Thanks
(Chuunibyou fanfiction made by me)
Alooooo... Baca yak fanfiction kedua saya, kalo mau baca yang ke satu, liat di Instagram @im.takanashiz (kalo yang mau aja gak mau mah gak usah :v). yak langsung aja.
#
#
#
Rikka : "Yuuta! lihat! lihat!"
Yuuta : "Ada apa lagi? Kita sudah terlambat!!!"
Rikka : "Aku mengembangkan jurus baruku, Judgement Lucifer!"
Yuuta : "Ya, ya, tapi, KAU MEMBUAT KITA KETINGGALAN KERETA LAGI!"
Yuuta memukul kepala Rikka dengan pelan, lalu menekannya.
Rikka : "Yuuta! Sakitttt! Pusiiiiiiing!"
Yuuta : "Uuugh. Apakah kita harus lari?"
Rikka : "Kita bisa sampai cepat dengan kekuatan Jaoshingan dan Dark Flame Master"
Yuuta : "BUKAN SAATNYA UNTUK ITU!!!"
Yuuta menarik tangan Rikka dan berlari.
Rikka : "Yuuta! Sakiiiiit!!!"
Sesampainya disekolah...
Yuuta dan Rikka berlari menuju ke kelas mereka, lalu membuka pintu.
Nana-sensei : "Aaah... Kalian berdua terlambat. Tau hukumannya bukan?"
Rikka & Yuuta : "Ya..."
Di kolam renang
Yuuta : "Dengar ya, kalau kamu tidak menunjukkan Judge-atau apalahmu itu, kita tidak akan terlambat!"
Rikka : "Judgement Lucifer! Dan itu bukan alasan keterlambatan kita! Bukankah itu salahmu sendiri bangun terlambat?"
Yuuta : "Tapi kalau kamu tidak menunjukkan jurusmu itu, kota masih sempat masuk kelas sebelum sensei!"
Rikka : "Apa?! Kamu berani mengelak dari Jaoshingan?!!!"
Yuuta : "Jangan melibatkan chuunibyou mu dengan ini!"
Rikka & Yuuta : "Aaargh"
#SKIP#
Diruang klub....
Kumin : "Nee, Mori Summer-chan, ada apa dengan Takanashi dan Togashi?"
Shinka : "Jangan panggil aku Mori Summer! Hmmph. Mereka sedang bertengkar karena terlambat dan saling menyalahkan"
Rikka : "Hh! Aku tidak menyalahkan, tapi memang begitu kenyataannya"
Yuuta : "Apa?!! Ini karena kau melakukan hal yang tidak penting!!!"
Sanae : "Apa?! Kau berani menyebut Judgement Lucifer-nya Master tidak penting? Sepertinya kau telah dirasuki hawa nafsu manusia, death"
Isshiki : "Yuuta, kita dipanggil oleh Nana-sensei"
Yuuta : "Hmph! Yang jelas ini bukan salahku!"
Dikelas...
Yuuta : "Dimana Nana-sensei?"
Isshiki : "Tidak ada. Aku hanya berbohong. Lihat ini."
Isshiki menunjukkan sebuah buku.
Yuuta : "Bukunya Rikka? Ada apa?"
Isshiki : "Bacalah semuanya. Kuharap kalian akan berbaikan lagi. Minta maaflah padanya"
Yuuta membuka buku itu. Isinya adalah...
"Mereka sudah membunuh Mama dan Kakak. Aku hanya akan jadi target terakhirnya. Mereka bisa menyusunnya seperti sebuah kecelakaan alami. Aku harus berhati hati dan menjaga rahasia ini dari Yuuta."
Yuuta : "A-apa... Touka-san... Dibunuh... Selanjutnya Rikka. A-aaku harus menjaganya!"
Bel pulang berbunyi. Yuuta segera mencari Rikka. Tapi... Rikka tidak ada dimanapun.
Yuuta segera pulang, tapi, dijalan ia melihat Rikka... hampir ditabrak oleh sebuah truk.
Yuuta : "RIKKA!!!"
Rikka : "YUUTA! SAYONARA!!! GOMENNASAI NEE!!"
Yuuta spontan berlari ke arah Rikka, tapi... terlambat. Rikka sudah jatuh dengan kepala berdarah banyak.
Yuuta : "RIKKA! TUNGGU! JAOSHINGAN!!!"
Rikka : "A...ku senang dipanggil begitu pada... sa-at sa-a-a-t t--terakhirku... Dark Flame Master. Guerzoniansus."
Yuuta : "RIKKAAAA!!!"
Trap. Trap. Shinka, Kumin, Dekomori, dan Isshiki berlari menuju mereka.
Sanae : "MASTEEEER!"
Shinka : "RIKKA-CHAN? APA YANG TERJADI???"
Semua orang disana menangis sejadi jadinya.
Yuuta : "K-kalau begini, bukankah lebih baik aku ikut mati?"
Isshiki : "Tunggu. Takanashi-san menitipkan ini untuk dibaca oleh mu."
Yuuta mengambbil sebuah surat dari Isshiki.
"Dark Flame Master.
Aku akan pergi duluan ke dunia lain.
Kamu tidak boleh menyusulku terlalu cepat.
Tetap selalu jadi Guerzoniansus.
Terimakasih untuk semuanya.
Terimakasih.
Terimakasih banyak.
Jaoshingan."
#THE END#
Maapkan garing :"
Moga banyak yang baca :v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar